Tag Archives: desa Pacarejo

Kalisuci 1

Kalisuci

Wilayah Gunungkidul saat kemarau bisa menjadi sangat kering dan gersang. Hijaunya tumbuh-tumbuhan yang ada di areal persawahan berubah menjadi dominasi warna coklat, kuning atau hitam. Bukit-bukit kapur yang kokoh berwarna hitam semakin meyakinkan bahwa Gunungkidul memang sedang dalam masa kekeringan dan kekurangan air. Akan tetapi siapa sangka bahwa dibalik semua itu, didalam perut bumi Gunungkidul banyak terdapat sumber-sumber mata air yang tak pernah surut walaupun sedang musim kemarau. Airnya pun tidak keruh saat musim penghujan. Bukan rahasia lagi bahwa Gunungkidul banyak mempunyai sungai-sungai bawah tanah. Salah satu contohnya ada di Goa Pindul, ataupun sungai bawah tanah yang muaranya berada di Pantai Baron. Demikian pula dengan Kalisuci, terletak di desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul. Kalisuci juga mempunyai mata air yang tak pernah kering dan sangat jernih. Bahkan menurut cerita orang sekitar air dari Kalisuci bisa langsung diminum tanpa harus takut sakit. Karena aliran mata air Kalisuci belum terkena limbah dari manapun. Mata air yang sebelumnya dimanfaatkan warga sekitar untuk mencukupi kebutuhan air sehari-hari ini, kini sudah digarap untuk pariwisata. Pesona wisata karst yang ditawarkan memang benar-benar mempesona. Memadukan Cave tubing dan Body Rafting. Wisata alam kalisuci memberikan pemandangan-pemandangan batuan goa yang sangat indah. Tatanan batuan goa di kiri dan kanan aliran mata air benar-benar eksotis. Belum lagi keindahan stalagtite dan stalagnite yang ada dikawasan goa-goa ini. Ditambah dengan kicauan dari kelelawar yang banyak menghuni langit-langit goa membuat suasana menjadi sangat menakjubkan. Dijamin, anda akan mendapatkan pengalaman yang tak terduga ketika mengunjungi kalisuci. Karena menurut berbagai sumber wisata cave tubing ini hanya ada di New Zealand, Mexico dan Gunungkidul sendiri.

Rute yang dilewati dalam ber cave tubing di Kalisuci adalah 2 luweng, 2 goa dan 10 jeram. Yaitu Goa Kalisuci, Luweng Glatik, Goa Glatik dan Luweng Gelung. Perjalanan diawali dari sekretariat Kalisuci menuju Kalisuci dengan berjalan kaki melewati turunan jalan setapak yang berkelok-kelok sambil membawa ban. Kita akan disambut dengan warna biru kehijaun air yang jernih, juga suara gemuruh air yang sudah mulai terdengar. Sampai di mulut Goa Kalisuci masing-masing pengunjung harus menaiki ban satu persatu, kemudian melewati jeram kecil pertam dan masuk Goa Kalisuci. Di dalam perjalanan pemandu akan menjelaskan batuan-batuan yang ada di dalam goa dan satwa-satwa yang menghuni goa kalisuci itu. Keluar dari Goa Kalisuci pemandu akan mempersilahkan pengunjung untuk turun dan berfoto-foto di depan batu gajah, ataupun berenang di aliran mata air ini. Foto dengan latar aliran mata air dan tebing-tebing di sekelilingnya pun bisa memperoleh hasil yang sangat mempesona. Setelah itu akan menyusuri mata air dengan alam terbuka dengan tebing-tebing di sekelilingnya. Disini  pengunjung akan melewati jeram-jeram yang cukup menantang karena jumlahnya lumayan banyak dan aliran airnya deras. Sampai di mulut Goa Glatik terdapat luweng yang diberi nama Goa Glatik. Keindahannya pun tak kalah bila dibandingkan dengan Goa Kalisuci yang sebelumnya dilewati. Perjalanan berakhir di Luweng Gelung, pemandangan disini sangat istimewa menurut kami. Seakan-akan kita berada di dasar Goa Vertical, dengan dinding-dinding tebing yang ditumbuhi pepohonan dan tumbuhan-tumbuhan lainnya menambah istimewa pemandangan bila disaksikan dari bawah luweng. Rute perjalanan berakhir bukan berarti perjuangan pun berakhir. Pengunjung diharuskan melakukan tracking menyusuri anak tangga dengan naikan curam dengan bantuan tali yang sudah dipersiapkan untuk membantu pengunjung. Anak tangga bagian bawah masih berupa tanah dan batu sehingga cukup licin bila terkena kaki yang sudah terlanjur basah. Di atas, kendaraan sudah menunggu untuk mengantar kita kembali ke sekretariat. Istimewa.

Rute menuju Kawasan wisata Kalisuci ini cukup mudah. Jika anda datang dari Jogja bisa langsung menuju Wonosari, melewati alun-alun Wonosari, Pasar induk Argosari terus berjalan lurus ke timur menuju Kecamatan Semanu. Jaraknya sekitar 6 km. Anda akan menemukan Gardu listrik induk Semanu, setelah itu ada pertigaan dengan papan penunjuk ke arah Kalisuci. Belok kanan di pertigaan tersebut mengikuti jalan aspal sekitar 3 km sampai bertemu pertigaan lagi. Belok kiri di pertigaan tersebut dan ikuti jalanan aspal yang sudah rusak dibeberapa bagian. Ikuti papan penujuk arah maka anda akan sampai di sekretariat Kalisuci. Akan tetapi jika anda datang dari kawasan utara seperti Klaten, Cawas, Wonogiri ataupun Solo anda bisa melewati Semin dan menuju Karangmojo. Berjalan lurus di perempatan Karangmojo menuju Kecamatan Semanu. Belok kanan di perempatan Semanu menuju Wonosari. Setelah sekitar 5km ada pertigaan dengan penunjuk arah ke Kalisuci. Belok kiri dan ikuti jalan aspal tersebut, perhatikan papan penunjuk arah yang ada.

Tarif untuk memasuki Kalisuci sebesar Rp. 65.000,- per orang sudah termasuk perlengkapan cave tubing, pemandu, asuransi dan makan 1 kali. Jika tidak sedang hari Sabtu dan Minggu maka akan diberlakukan minimal 5 orang sekali pengarungan. Pengelola jug menyediakan homestay yang bisa dipesan dengan menghubungi pengelola terlebih dahulu. Pilihan bijak seumpama anda datang luar Jogja.

Obyek wisata Kalisuci merupakan salah satu dari 10 tempat wisata wajib kunjung di Gunungkidul menurut web kami. Jadi jika anda berwisata di Gunungkidul atau sedang ada di Gunungkidul anda wajib mengunjungi Obyek wisata karst Kalisuci. Akan ada kepuasan tersendiri saat anda selesai melakukan pengarungan. Karena Kalisuci benar-benar istimewa.

Foto-foto Kalisuci ada di tautan ini. Klik disini

Enjoy…

 

Kalisuci

 

teks : .ask

Foto : Saiful Amri