Tag Archives: Ngawen

Tugu Mataram 1

Tugu Mataram (Tugu Tapal Batas Kraton)

Tugu tapal batas Kraton atau sering disebut dengan Tugu Mataram lokasinya tepat di perbatasan antara Kecamatan Ngawen dan Kecamatan Cawas terdapat sebuah tugu berbentuk gapura yang merupakan peninggalan sejarah setelah Perjanjian Giyanti. Perjanjian Giyanti sendiri secara garis besar berisi tentang pembagian kerajaan Mataram menjadi dua wilayah, yaitu Kasultanan Ngayogyakarta dan Kasunanan Surakarta. Tugu ini sendiri mempertegas adanya Perjanjian Klaten yang meratifikasi Perjanjian Giyanti. Perjanjian Klaten ditandantangani pada tanggal 27 September 1830 yang menegaskan wilayah Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Yogyakarta. Wilayah Kasultanan sendiri hanya meliputi Mataram dan Gunungkidul. Di dalamnya terdapat enklave Kasunanan Surakarta (Imogiri dan Kota Gede), Mangkunegaran (Ngawen) dan Kadipaten Pakualaman.

Tugu Mataram terdiri dari dua buah tugu berbentuk gapura. Satu tugu yang berwarna putih dan biru adalah milik dari Kraton Mangkunegaran, lokasinya di utara jalan. Sedangkan gapura milik Kraton Kasultanan kini sudah direnovasi menjadi lebih baik dan di cat dengan warna Putih dan hitam serta lambang Kraton Ngayogyakarta menghiasi kedua sisinya. Tugu ini juga sudah dimasukkan ke Benda Cagar Budaya oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Sesuai dengan SK Gubernur DIY Nomor 185/KEP/2011. Di sekeliling tugu juga sudah dipagari dengan rantai dan papan peringatan bahwa tugu ini adalah benda cagar budaya.

Kedua tugu sudah direnovasi, namun menurut tulisan yang tertera pada tugu terdapat tanggal pembuatan tugu ini. Tugu tapal batas milik Kasultanan dibuat pada tanggal 29 Djoemadil Awal 1867, sedangkan milik Kasultanan 22 Redjeb Alib 1867. Disini dapat diketahui bahwa tugu milik Kasultanan Yogyakarta dibuat 2 bulan lebih awal. Sedangkan untuk umurnya diperkirakan sudah mencapai 79 tahun. Tugu ini seakan menjadi saksi sejarah dimana bumi Mataram harus dipecah menjadi dua.  Oleh sebab itulah mengapa tugu ini sering disebut sebagai Tugu Mataram. Selain itu karena kecamatan Ngawen sendiri menurut sejarah pernah menjadi bagian dari 3 kerajaan. Mangkunegaran, Kasunanan Surakarta dan sekarang menjadi bagian Kasultanan Ngayogyakarta.

Lokasi tepatnya terdapat di Padukuhan Mundon, Desa Tancep, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul. Atau untuk tugu batas milik Kasunanan terdapat di Padukuhan Betro, Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten. Untuk mencapainya juga cukup mudah. Walaupun bisa dibilang cukup jauh dari Kota Wonosari. Dari Kota Wonosari berjarak sekitar 32 kilometer ke arah utara. Menuju ke Kecamatan Semin, dari Semin melewati jalan Provinsi menuju ke arah Cawas. Melewati Sambeng, kemudian sehabis turunan Sambeng akan menemui pertigaan. Belok kiri di pertigaan tersebut. setelah sekitar 100 meter anda akan menemukan Tugu tersebut. Jalanan juga sudah diaspal sehingga memudahkan untuk mencapai lokasi ini. Lokasi ini layak dikunjungi bagi anda penikmat wisata sejarah atau sangat menyukai tentang sejarah Jawa khusunya kerajaan Mataram. Sebuah langkah yang harus diapresiasi ketika pemerintah DIY sudah memasukkanya dalam Benda Cagar Budaya sehingga keberadaan tugu ini sudah dilindingi oleh Pemerintah.

Enjoy..

Tugu Mataram 1 Tugu Mataram 2

.ask

Banyunibo 1

Banyunibo

Secara geografis Banyunibo termasuk dalam wilayah Padukuhan Ngluwur, Desa Kepuhsari, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Namun tempat ini cukup terkenal di wilayah Gunungkidul terutama Kecamatan Semin, Ngawen dan Karangmojo. Hal ini disebabkan karena lokasinya sangat dekat dengan perbatasan antara padukuhan Ngluwur dan Padukuhan Nganjir, yang termasuk dalam wilayah Desa Karangsari, Kecamatan Semin. Karena lokasinya yang berada di bagian perbukitan maka akses untuk mencapai kesana pun cenderung agak susah, walaupun kebanyakan kondisi jalan sudah di cor blok, namun banyak yang sudah pecah-pecah. Apalagi ditambah dengan jalanan naik yang cenderung curam. Kondisi kendaraan harus dalam keadaan prima, juga dengan pengemudinya harus dalam tingkat konsentrasi yang tinggi. Ada dua cara untuk mencapai objek wisata ini. Yang pertama, melewati jalan Semin-Wonogiri, belok kanan di pertigaan pertama setelah perbatasan DIY dan Jawa Tengah, ikuti jalan tersebut. Kondisi jalan aspal yang berlubang di sana sini. Setelah melewati jembatan anda akan menemukan perempatan, belok kanan di perempatan tersebut menuju padukuhan Ngluwur. Jika anda kebingungan jangan pernah-pernah bertanya pada penduduk sekitar jalan menuju Banyunibo. Jalanan cor blok yang lumayan rusak, belok kanan jika bertemu pertigaan saat jalan naik. Ikuti jalan tersebut anda akan sampai di perkampungan,parkir kendaraan anda di salah satu rumah penduduk, kemudian menyusuri sawah dan memutari bukit dengan berjalan kaki untuk mencapai banyunibo.rute yang kedua adalah dari Pasar Semin ke timur melewati Desa Pundungsari dan Karangsari menuju ke padukuhan Nganjir. Jalan ini memiliki jalan menanjak yang lebih ekstrem dibanding dengan melewati rute pertama. Hanya saja waktu yang dibutuhkan lebih sedikit.

Untuk mencapai Banyunibo kita harus melewati pematang sawah dan memutari bukit, pemandangan yang kita dapatkan saat memutari bukit terlihat sangat mengagumkan, dengan terasering dan bukit yang menghijau. Juga aliran sungai berkelok-kelok yang berhulu dari air terjun tersebut. Dibutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk mencapai lokasi. Sebelum mencapai lokasi suara air yang jatuh sudah terdengar bergemuruh, membuat penasaran agar cepat-cepat sampai ke lokasi karena memang lokasinya yang tersembunyi dan tak terlihat. Karena jalan yang dilewati cenderung sempit, ketika berpapasan dengan orang lain maka salah satu harus mengalah terlebih dahulu. Sesampai di lokasi kita akan terpesona dengan air terjun yang cukup tinggi, mungkin lebih dari 30 meter. Saat musim penghujan air akan deras mengguyur dari atas membuat kita ingin mandi tepat di bawah air terjun tersebut. Selain bisa menikmati air terjun dari bawah, kita juga bisa menikmati keindahan air terjun dari atas air terjun tersebut. Dari atas kita bisa menikmati indahnya pemandangan menghijaunya sawah-sawah di sekitar lokasi ini.

Sayangnya Banyunibo sangat tergantung musim, walaupun airnya terus mengalir namun ketika musim kemarau air yang mengalir tak sebanyak ketika musim penghujan. Maka jangan salah waktu untuk datang kesini. Mungkin itu juga yang menyebabkan Banyunibo belum terlalu dikembangkan menjadi objek wisata. Lokasinya yang berada diatas perbukitan juga membuat wilayah ini sering turun hujan secara tiba-tiba. tidak ada salahnya untuk memebawa jas hujan ketika berjalan kaki menuju lokasi, karena memang sangat sedikit tempat untuk berteduh ketika hujan.

Banyunibo yang secara harfiah berarti air terjun ini memang tempat yang sangat menggoda untuk dikunjungi. Untuk para petualang wajib hukumnya untuk datang ke tempat yang tersembunyi ini. Bisa dicapai memakai sepeda ataupun sepeda motor, kendaraan roda empat juga bisa untuk ke tempat ini walaupun akan terasa sangat susah. Dalam akhir pekan, banyak muda-mudi yang datang ke tempat ini. Karena lokasinya yang cenderung sepi, tersembunyi dan cukup ihik.

enjoy.

.ask

 

bukit tancep

Bukit Tancep

Bukit Tancep termasuk dalam wilayah Kecamatan Ngawen. Tempat ini sering dipakai untuk tempat istirahat ataupun mengahbiskan waktu ketika sore hari. Lokasinya sendiri terdapat di dusun Bundelan. Untuk mencapainya anda harus menuju Kecamatan Ngawen terlebih dahulu. Jalan lurus di pertigaan sebelah utara pasar Ngawen menyusuri jalan beraspal sekitar 3 km maka anda akan mencapai dusun Bundelan. Bukit Tancep sendiri merupakan jalur alternatif ke arah Jogjakarta, sehingga jalanan di bukit Tancep ini menjadi lumayan ramai. Walaupun jalanannya berupa turunan dan tikungan tajam, akan tetapi dikarenakan bisa memangkas waktu maka banyak yang memilih jalan di bukit tancep sebagai jalan alternatif.

Bukit Tancep sendiri berada pada sisi terluar dari deretan pegunungan karst di Gunungkidul. Dari atas bukit tancep sendiri kita bisa menikmati hijaunya persawahan di daerah Jawa Tengah khususnya Kecamatan Cawas. Tempat ini mengingatkan kepada Bukit Bintang yang berada di kecamatan Patuk. Walaupun untuk pemandangannya jelas Bukit Bintang lebih mempesona. Jika anda sedang dalam perjalanan dan kebetulan melewati daerah ini, tidak ada salahnya untuk berhenti sejenak dan menikmati pemandangannya.

Enjoy.

Bukit Tancep

.ask

curug indah

Curug Indah Tegalrejo

Tak banyak yang mengira bahwa dibalik rimbunnya pepohonan jati dan semak belukar di daerah Tegalrejo ini terdapat aliran sungai yang benar-benar mempesona. Di aliran sungai ini terdapat curug atau air terjun kecil yang bertingkat. Hingga bisa dikatakan mirip dengan Air Terjun Tujuh Bidadari. Curug ini biasa dikenal dengan nama Curug Indah Tegalrejo. Lokasi tepatnya berada di Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari. Untuk mencapainya anda terlebih dahulu harus mencapai Pasar Bayat yang sudah masuk ke dalam wilayah Jawa Tengah. Setelah sampai di Pasar Bayat ambil rute menuju ke SMP 2 Gedangsari atau SMK 2 Gedangsari. Menyusuri jalan beraspal, anda akan menemukan perempatan dengan Gapura besar di salah satu jalannya. Ikuti jalan tersebut sekitar 1 kilometer anda akan sampai di tempat parkir Curug Indah Tegalrejo yang berada di sebelah kiri jalan.

Belum banyak yang tahu tentang keberadaan Curug ini, bahkan oleh warga Gunungkidul sendiri. Sudah mulai dikembangkan menjadi obyek wisata walaupu belum digarap secara maksimal. Terlihat dari jalan menuju curug paling besar yang masih agak susah. Curug di aliran sungai ini bertingkat. Pada awalnya hanya 3 curug yang terlihat karena memang lokasi paling dekat dengan pintu masuk. Akan tetapi setelah ditelusuri lagi ke hulu sungai ada 3 curug lagi yang bisa ditemukan. Dengan curug yang paling ujung adalah curug yang paling tinggi tebingnya. Pada musim kemarau air yang mengalir cukup kecil karena memang hanya mengandalkan satu sumber saja akan tetapi aliran sungai ini akan terus mengalir. Sementara saat musim penghujan dan air sedang melimpah maka keindahan Curug Indah Tegalrejo dipastikan akan bertambah.

Pada aliran sungai ini anda akan disuguhi dengan hamparan batu-batu besar yang berada di sepanjang aliran sungai ini. Obyek wisata ini bisa menjadi alternatif liburan di Gunungkidul. Walaupun lokasinya cukup jauh dari Kota-kota kecamatan di Gunungkidul namun akses menuju ke tempat ini sangat mudah untuk dijangkau.

enjoy… 

Curug Indah Tegalrejo

 

Curug Indah Tegalrejo

 Foto-foto Curug Indah Tegalrejo bisa dilihat disini

.ask

foto : habib .ask